Serba Serbi Media Sosial

0 komentar

Dulu sekali - di akun FB yang lama - saya pernah menulis status tentang motif sebagian penuntut ilmu hadir di pengajian ulama (waktu itu saya mengangkat case Tabligh Akbar Ulama di Masjid Istiqlaal) untuk kopi darat dan foto-foto, sementara pelajaran yang disampaikan pemateri tak ada bekasnya. Tak beberapa lama kemudian diinbox oleh seseorang - sebut saja namanya Mawar - yang 'mencak-mencak' karena merasa status saya membicarakan dirinya. Saya malah baru tahu apa yang ditulisnya setelah saya coba membuka apa yang tertulis dalam statusnya. Ooo, ternyata dia baru janjian mau ketemu dengan temannya di acara tersebut. Saya jelaskan padanya bahwa saya tidak memaksudkan ke individu tertentu, terlebih dirinya. Ia tak percaya, terus marah-marah. Akhirnya di-unfriend. Bahkan kemudian jika yang bersangkutan membicarakan saya, bawaannya selalu ofensif dan negatif setelah sebelumnya sering copy paste status saya.😎😁

Persatuan (Lagi)

0 komentar

Nabi bersabda:
لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ الثَّيِّبُ الزَّانِ وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan yang berhak untuk diibadai melainkan Allah dan bersaksi bahwasannya aku adalah utusan Allah; kecuali dengan dengan satu diantara tiga perkara : (1) orang yang pernah menikah lalu berzina; (2) jiwa dibalas dengan jiwa, dan (3) orang yang meninggalkan agamanya (murtad), yang memisahkan diri dari jama’ah” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1676].

Persatuan

0 komentar

Seandainya kita mengaji dan mendakwahkan tauhid yang 3 (Rubuubiyyah, Uluuhiyyah, dan Asmaa wa Shifaat), mengatakan sebagian amalan tawassul dan istighatsah termasuk bid'ah bahkan syirik, ritual tahlilan dan perayaan maulid bid'ah, Syaikhul-Islaam Ibnu Taimiyyah adalah salah satu ulama besar Islam; apakah itu akan membuat umumnya orang-orang Asw*j* tenang dan suka cita ? Tidak, bahkan mereka terusik serta akan senantiasa menggembosi dan memprovokasi sebagaimana terekam dalam sejarah bapak dan kakek-kakek kita.

DNA Syaafi’iyyah

0 komentar

Jika dikatakan mayoritas penduduk Indonesia adalah Syaafi'iyyah, maka itu benar (meskipun di lapangan banyak juga yang melakoni 'lintas madzhab' dalam sebagian perkara - contoh : zakat fithri dengan uang, musik, cadar, dan yang lainnya). Tak semua penduduk bermadzhab Syaafi'iyyah. Tak ada pula dalil yang mewajibkan kita bermadzhab Syaafi'iyyah dalam semua perkara hanya karena mayoritas penduduk negeri kita Syaafi'iyyah. Seandainya kaedah itu dibenarkan, secara lebih luas, pendapat jumhur ulama menjadi lebih wajib kita ambil dalam setiap permasalahan. Misalnya saja dalam masalah kaffarat sumpah palsu. Jumhur mengatakan tidak ada kaffarat, sedangkan Syaafi'iyyah menetapkannya (https://goo.gl/ecUChX). Toh saya tidak yakin beliau mengambil pendapat jumhur karena pulennya – jika tidak mau dikata fanatik – kecintaan pada madzhab Syaafi'iyyah. Contoh yang lain banyak.

Ta’liil Hadits Berbekam di Masjid

0 komentar

Al-Imaam Ahmad rahimahullah berkata:
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، قَالَ: كَتَبَ إِلَيَّ مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ يُخْبِرُنِي، عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ احْتَجَمَ فِي الْمَسْجِدِ ، قُلْتُ لِابْنِ لَهِيعَةَ فِي مَسْجِدِ بَيْتِهِ؟ قَالَ: لَا، فِي مَسْجِدِ الرَّسُولِ ﷺ
Telah menceritakan kepada kami Ishaaq bin 'Iisaa : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahii'ah, ia berkata : Muusaa bin 'Uqbah pernah menuliskan kepadaku seraya mengkhabarkanku dari Busr bin Sa'iid, dari Zaid bin Tsaabit : Bahwasannya Rasulullah pernah berbekam di masjid (ihtajama fil-masjid). Perawi (Ishaaq) bertanya kepada Ibnu Lahii'ah : "Di masjid rumahnya ?". Ia menjawab : "Bukan, di masjid Rasulullah " [Al-Musnad, 5/185].