Sebagian Kaedah dalam Berdakwah

0 komentar

Ada beberapa kaedah dan landasan yang perlu diperhatikan bagi orang yang berdakwah di jalan Allah ta’ala:
1.      Orang yang berdakwah tidak dituntut untuk merealisasikan hasil akhir berupa kemenangan agama Islam atau penerimaan dari objek yang didakwahi, karena  karena hal ini adalah urusan dan kehendak Allah ta’ala. Rasulullah dulu dengan segala kemampuannya menginginkan pamannya Abu Thaalib untuk menerima Islam, namun ternyata Allah ta’ala berkehendak lain.

Disyari’atkannya Mengumandangkan Adzan Ketika Shalat Sendirian (Munfarid)

2 komentar

Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama bahwa adzan merupakan salah satu syi’ar Islam yang paling besar dan penunjuk eksistensi Islam yang paling masyhur. Adzan dikumandangkan sebagai pemberitahuan kepada manusia (kaum muslimin) bahwa waktu shalat telah masuk. Bahkan, dikumandangkannya adzan menjadi sebab sebuah negeri tidak diserang oleh pasukan kaum muslimin sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas radliyallaahu ‘anhu berikut:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُغِيرُ إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ، وَكَانَ يَسْتَمِعُ الأَذَانَ، فَإِنْ سَمِعَ أَذَانًا، أَمْسَكَ، وَإِلَّا أَغَارَ، فَسَمِعَ رَجُلًا، يَقُولُ: اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلَى الْفِطْرَةِ.....
Dari Anas bin Maalik, ia berkata : “Rasulullah pernah hendak menyerang satu daerah ketika terbit fajar. Beliau menunggu suara adzan, jika beliau mendengar suara adzan maka beliau menahan diri. Namun jika beliau tidak mendengar, maka beliau menyerang. Lalu beliau pun mendengar seorang laki-laki berkata (mengumandangkan adzan) : Allaahu akbar Allaahu akbar. Rasulullah bersabda : “Di atas fithrah....” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 382].

Pajak yang Diperhitungkan Sebagai Zakat

0 komentar

Pernah diajukan pertanyaan kepada Syaikhul-Islaam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:
هل يجزئ الرجل عن زكاته ما يغرمه ولاة الأمور في الطرقات أم لا
“Apakah mencukupi kewajiban zakat seseorang dari harta yang dibebankan (dipungut) penguasa kepadanya untuk membuat/membangun jalan ?”.
Maka beliau rahimahullah menjawab:
ما ياخذه ولاة الأمور بغير اسم الزكاة لا يتعد به من الزكاة والله تعالى أعلم
“Segala sesuatu yang diambil oleh penguasa bukan atas nama zakat, maka tidak diperhitungkan sebagai zakat, wallaahu a’lam” [Majmuu’ Al-Fataawaa, 25/93].

Antara Murji’ah dan Khawaarij

2 komentar

Para ulama berbeda pandangan mana diantara keduanya yang lebih buruk bagi Islam dan kaum muslimin. Sebagian ulama mengatakan Murji’ah lebih buruk, sebagian lain mengatakan sebaliknya (yaitu Khawaarij lebih buruk).
Diantara ulama yang mengatakan Murji’ah lebih buruk atau mengklasifikasikannya sebagai golongan paling buruk dalam Islam adalah:

3 Hal yang Diridlai dan 3 Hal yang Dibenci Allah

0 komentar

Hadits:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: " إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا، وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلَاثًا، يَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ، وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا، وَأَنْ تَنَاصَحُوا مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ أَمْرَكُمْ، وَيَسْخَطُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ، وَإِضَاعَةَ الْمَالِ، وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah : “Sesungguhnya Allah ridla untuk kalian tiga perkara dan benci bagi kalian tiga perkara. Allah ridla untuk kalian (1) agar kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, (2) agar kalian seluruhnya berpegang teguh dengan tali (agama) Allah;  serta (3) hendaklah kalian saling memberikan nasehat kepada orang-orang yang mengurusi urusan kalian (yaitu : ulil-amri, penguasa kaum muslimin). Dan Allah benci untuk kalian (1) qiila wa qaala (dikatakan dan katanya), (2) menyia-nyiakan harta, dan (3) banyak pertanyaan”.
Diriwayatkan oleh Malik 4/519-520 no. 2011, Al-Bukhaariy dalam Al-Adabul-Mufrad no. 442, Muslim no. 1715, Ahmad 2/327 & 360 & 367, Ibnu Hibbaan no. 3388 & 4560 & 5720, dan yang lainnya.